Beli Anjing Pelacak, Rp. 7,5 Milyar       (0 komentar)

27 September 2012 - 06:33

Wuih…negara akan mengabiskan uang sebanyak Rp.7,5 milyar untuk membeli 50 ekor anjing pelacak yang akan digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai.

1 ekor anjing pelacak dihargai Rp.150 juta!!!. Siapa yang bisa melatih anjing sebagai anjing pelacak, rasanya akan menjadi bisnis yang bagus sekaligus membantu negara :)

Kutipan berita Detik.Com:
 
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai akan membeli 50 ekor anjing pelacak guna memperketat pengamanan. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan untuk pembelian anjing itu Rp 7,5 miliar.

Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono menyatakan, pembelian satu ekor anjing pelacak membutuhkan Rp 150 juta. Harga anjing itu sudah termasuk yang termurah untuk jenis anjing pelacak.

"Itu sudah yang paling murah, ada yang sampai Rp 2 miliar. Jadi anjing yang paling bagus itu ada chipnya, dan jenisnya tertentu. Rp 2 miliar paling mahal," ujar Agung ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Anjing-anjing ini akan diimpor dari Australia dengan jenis Labrador Retriever dan German Shepard. Kualifikasi anjing ini terbagi dua yaitu agresif dan pasif.

"Yang agresif misalnya ada yang nyimpen narkoba, langsung digaruk-garuk, itu untuk palet-palet bagasi penumpang, yang pasif itu untuk orang. Jadi kalau lihat itu dia duduk di depannya, kalau ada narkoba dia duduk, nanti kita panggil karena ada juga orang yang didekati anjing ketakutan, panik, anjing itu duduk di situ," jelasnya.

Agung mengaku pemeliharaan anjing pelacak ini memang cukup sulit, karena membutuhkan satu orang khusus yang mengurus dan tidak bisa dipindahtangankan, harga makanan anjing ini juga mahal.

"Biaya makannya lebih mahal dari Dirjen. Kan anjing nggak bisa makan pecel, tahu telor. Tapi makannya harus disuapin semua. Jadi satu anjing punya satu handler dari orang kita, dididik, tapi dia tidak bisa pindah, karena dia hanya percaya satu orang," ungkapnya.

Agung menambahkan, 50 anjing pelacak ini masih sangat kurang. Namun, kekurangan tersebut dapat ditutupi dengan peningkatan kualitas dan kapasitas aparat. Dengan demikian, tingkat pengamanan Ditjen Bea Cukai dapat dilakukan secara maksimal.

"Dari segi jumlah pasti kurang, tapi kita tutupi kekurangan itu dengan meningkatkan jumlah pegawainya, jadi pegawai yang passenger analysis unit itu yang kita perkuat karena itu tidak kalah efektif dengan anjing," pungkasnya.

Bookmark Kirim ke teman Versi cetak Komentar
Penilaian Saya:  
Komentar Saya:

Artikel Sebelumnya:

Bahasa Tubuh Anjing

Artikel Selanjutnya:

Bookie Von Blessing Labry's House

 Suara Kita Terkini

Cari Kerja Ada Mess NyaCari Kerja Ada Mess Nya
Bella - 01 Agustus 2026 - 14:27

Free Adoption Alaskan MalamuteFree Adoption Alaskan Malamute
Catherine Ana Rosarie - 31 Juli 2026 - 23:27

Open Adopt PoodleOpen Adopt Poodle
Bonni - 31 Juli 2026 - 01:39

Toy Poodle Open AdopsiToy Poodle Open Adopsi
Samuel Timothy - 28 Juli 2026 - 09:24

Sy Mau Menghibahkan Puppies *zu Maltese Warna Putih, Bagi Yang Suka Dan Mau Pelihara Dengan BaikSy Mau Menghibahkan Puppies *zu Maltese Warna Putih, Bagi Yang Suka Dan Mau Pelihara Dengan Baik
Victor Febianto - 21 Juli 2026 - 19:42

MoccaMocca
Vicmer - 05 Juli 2026 - 22:36

AdopsiAdopsi
Mery - 04 Juli 2026 - 19:25

Open Adopsi Anjing Jantan 1 Thn 10 BlnOpen Adopsi Anjing Jantan 1 Thn 10 Bln
Kendy Widjaya - 01 Juli 2026 - 13:55

Dicarikan Segera Kennel Boy / Girl
Rofi - 22 Juni 2026 - 14:50

Cari Kerjaan Kennel BoyCari Kerjaan Kennel Boy
Rief - 05 Juni 2026 - 23:05

Open Adopt Anjing PoodleOpen Adopt Anjing Poodle
Bonni - 01 Juni 2026 - 14:06

Free Open AdoptFree Open Adopt
Jess - 29 Mei 2026 - 15:20