Inseminasi Buatan pada Anjing       (0 komentar)

14 Juli 2011 - 15:22

Disadur oleh Winny Zhang - AnjingKita.Com

Pada hari ini, banyak sekali pembiak anjing dan dokter hewan menilai inseminasi buatan pada anjing sebagai teknologi yang sangat ternilai. Banyak dari mereka yang melihat hal tersebut sebagai cara untuk meningkatkan kualitas anjing trah dengan mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Seekor pejantan yang luar biasa, terpilih karena kepandaiannya, karakter dan penyesuaian dapat melanjutkan untuk menghasilkan keturunan, bahkan setelah kematiannya, atau di kawinkan dengan betina yang terpisah dengan jarak ribuan kilometer. Sebagai tambahan, dengan menyimpan semen (cairan sperma), pejantan tersebut dapat dikawinkan dengan lebih banyak betina dari yang ia mampu lakukan, jika dikawinkan secara proses perkawinan normal umumnya. Ada pula kasus dimana pejantan luar biasa ini terluka dan tidak sanggup menaiki betina. Genetik mereka tentu saja tidak berubah dan inseminasi buatan dapat membantu mereka untuk berkontribusi terhadap trah mereka. Seekor betina yang memiliki kualitas yang sama seperti pejantan diatas dan memiliki potensi untuk membangun sebuah kennel dari keturunannya, mungkin saja belum siap untuk dikawinkan, tetapi sebuah perkawinan dapat direncanakan, semen dari pejantan dapat diambil dan disimpan hingga betina tersebut telah siap untuk dibiakkan.

Pada hari ini, teknik dan cara dari inseminasi buatan dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan dilakukan oleh banyak individual dan kebanyakan klinik hewan. Meskipun hal ini merupakan hal yang baru dalam dunia kesehatan peranjingan, hal tersebut telah dilakukan dengan sukses pada hewan ternak dan hewan jenis lainnya selama beberapa dekade. Meskipun kita bergantung pada pundak dari peneliti dan berkembangnya pengalaman yang didapatkan dari praktek inseminasi yang dilakukan pada sapi, kita masih belum dapat tingkat sukses yang diharapkan. Hal tersebut bukan dikarenakan oleh keahlian kita, tetapi lebih kepada kestabilan sperma anjing tersebut ketika di bekukan atau didinginkan. Sebagai tambahan, pada ternak, keteraturan dan kompetensi fisiologi reproduksi betinanya telah konsisten dipilih untuk pembibitan, sementara ini tidak terjadi pada anjing. Ternak tidak memiliki sistem estrus atau tingkat kesuburan tinggi sehingga di eliminasi oleh kawanannya. Ini adalah bisnis yang sangat pragmatis. Pada pengobatan anjing, pembiak sering sekali terikat secara emosional dengan anjing mereka. Mereka dengan ruitn membiakkan indukan yang memiliki masalah, dengan siklus yang tidak teratur, sehingga membiarkan karakteristik yang tidak diinginkan tetap berada dalam genetiknya.

Mengambil Sperma
Cara untuk mengambil sperma dari anjing pejantan sangatlah sederhana. Seekor betina yang sedang birahi di bawa bersama dengan pejantan. Ketika pejantan tersebut mencoba untuk menaiki betika, penis pejantan diarahkan ke vagina buatan dan distimulasi untuk mencapai ejakulasi. Kehadiran betina berguna untuk membangkitkan gairah dari pejantan sehingga pengambilan sperma lebih mudah. (Selama masa estrus, senyawa organik, yang dikenal sebagai 'feromon' dikeluarkan dari vagina betina. Zat kimia udara bertanggung jawab untuk menarik pejantan bahkan dari jarak jauh ke betina.  Hal tersebut bahkan menunjukkan tingkat birahi betina.). Meskipun demikian, betina seperti itu juga tidak selalu ada ketika pengambilan sperma dari pejantan dilakukan. Dalam kasus tersebut, dilakukan praktik dimana sebuah kapas dioleskan ketika seekor betina sedang mengalami tingkat tertinggi estrus dan kapas kemudian disimpan dan dibekukan. Dan pada saat pengambilan sperma dari pejantan, kapas tersebut dapat disapukan disekitar daerah ekor dari anjing manapun (termasuk yang sudah di sterilkan).  Pejantan akan memberikan respon yang sama seperti ketika betina mengalami birahi.

Evaluasi Sperma
Setelah pengambilan sperma, sel-sel sperma diperiksa untuk memastikan bahwa sperma diperiksa untuk memastikan mereka cukup terkonsentrasi, bergerak dengan baik dan secara anatomi normal. Hal ini karena kita tahu bahwa banyak pejantan "steril", masalahnya bukan bahwa mereka tidak menghasilkan sperma, melainkan kualitas mereka atau kuantitas sangat rendah. Pejantan yang subur mungkin memiliki sel-sel sperma yang abnormal, yang tidak dapat melakukan perjalanan sepanjang jalan ke saluran telur betina, atau tidak dapat menembus sel telur sehingga fertilisasi tidak terjadi. Evaluasi mikroskopis sperma tidak menjamin bahwa sperma yang ada,  pada kenyataannya mampu melakukan pembuahan. Mungkina adanya kecacatan pada tingkat molecular pada DNA sperma, sehingga membuat pejantan tersebut steril.

Inseminasi
Jika sperma tampaknya memadai dan tampak normal, mereka dapat segera disuntikkan ke betina dengan plastik panjang atau tabung kaca. Diupayakan agar dapat masuk setidaknya hingga tingkat leher rahim, dimana pada anjing besar terdapat beberapa inchi kedalam.

Jika betina tersebut tidak dibiakkan dalam waktu dekat, maka sperma tersebut dapat didinginkan atau dibekukan. Sperma yang didinginkan harus digunakan dalam kurun waktu 24 jam dan dapat di kirim ke kota manapun atau luar negeri dengan “Paket Besok Sampai”, dan betina dapat dibiakkan dengan sperma tersebut keesokannya. Hal ini telah membuat anjing jantan dapat dikawin dengan betina dari seluruh dunia tanpa salah satu atau kedua dari anjing tersebut harus berpergian.

Sperma yang Dibekukan
Sperma juga dapat dibekukan dalam tabung nitrogen cair dan disimpan selama bertahun-tahun. Hal ini menjadikan betina dapat dibiakkan dengan pejantan yang berada berkilometer jauhnya atau bahkan yang sudah mati beberapa tahun lalu. Ketika kita mempertimbangkan biaya dari pejantan dan atau mengirimkan satu atau dua hewan untuk dikawinkan, sperma yang dibekukan atau didinginkan dapat menjadi lebih murah. Lebih jauh, hal tersebut meningkatkan jumlah pejantan potensial yang dapat dipilih.

Siklus Birahi pada Betina
Dalam siklus khas dari birahi anjing (kami menekankan pada anjing pekerja, karena dalam  beberapa trah, betina menjadi semakin sulit untuk ditemukan), vagina anjing membengkak dan berdarah selama 7 sampai 9 hari. Ini adalah fase persiapan pro-oestrus. Kemudian pendarahan melambat, dan menjadi betina menjadi reseptif terhadap pejantan dan memungkinkan dia untuk kawin. Ini adalah estrus. Hanya selama 3-7 hari dari Estrus yang memungkin betina untuk hamil.

Setelah 3-7 hari, betina akan pindah ke tahap Metestrous, dimana ia tidak akan lagi subur, dan tidak responsif terhadap pejantan.


‘Pembiak yang Bermasalah’
Terkadang inseminasi buatan digunakan meskipun kedua anjing tersebut hadir. Hal ini timbul ketika salah satu atau bahkan kedua anjing baik jantan maupun betika berasal dari pembiak yang bermasalah. Pada kasus ini, pejantan tidak akan menaiki atau menunjukkan minat pada betina, atau betina tidak mengijinkan pejantan untuk menaikinya. Seringkali, hal ini terjadi pada anjing yang belum berpengalaman. Pada anjing liar, berkembang biak merupakan komponen yang dipelajari ketika pejantan muda belajar dari cara bermain-main dan dari mengamati anjing dewasa. Dengan memisahkan anak-anak anjing diusia mereka 7 hingga 8 minggu, kita telah mengeliminasi porsi pembelajaran ini. Ketika mengawinkan anjing anda untuk yang pertama kalinya, usahakanlah untuk memiliki satu dari dua indukan yang berpengalaman. Biasanya anjing ini, betina ataupun jantan akan “mengambil ahli”.

Pada kasus lain, kedua anjing sama-sama tidak memiliki ketertarikan dalam perkawinan. Hal ini dikarenakan betina belum mencapai siklus puncak birahinya. Sehingga, betina tidak akan terstimulasi dengan baik atau tidak mengijinkan pejantan untuk menaikkinya. Selama bertahun-tahun, kami juga ditanya, mengapa proses perkawinan tersebut tidak terjadi sebagaimana mestinya, hanya untuk menemukan bahwa betina belum sampai ke puncak birahinya. Hal ini terkadang dapat dipastikan dari sikap. Namun, mudah dan akurat ditentukan oleh Pap smear  dan diperiksa di bawah mikroskop atau melalui tes darah yang menentukan tingkat hormon progesteron. Namun, ada contoh masalah perilaku di mana anjing tidak akan berkembang biak. Betina dalam tahap birahi yang benar, tetapi satu atau pejantan lain tidak memiliki keinginan yang alami untuk kawin.

Kekhawatiran Proses Inseminasi Buatan
Satu masalah dengan pembiakkan yang direncanakan adalah setiap kali kita memilih untuk sesuatu hal, tanpa disadari hal lain yang tidak diinginkan juga ikut terpilih. Pada hari ini, banyak trah, banyak anjing-anjing yang menunjukkan fisiologi reproduksi yang abnormal. Tahap Proestrus berlangsung 3 sampai 5 minggu, pejantan memiliki sperma yang abnormal, perempuan tidak pernah benar-benar mengalami siklus estrus, angka anakkan mengalami penurunan drastis, indukkan menghindari keturunan mereka, dll . Cepat atau lambat, pembiak yang baik akan melihat hal ini dan menyadari masalah ini. Mereka harus membuang karakter ini selain dari kelainan panggul dan mata. Dengan menggunakan inseminasi buatan untuk mengatasi masalah ini, mereka hanya menambah masalah.

Kekhawatiran lain adalah ketika menggunakan inseminasi buatan dan salah satu dari dua ekor anjing tersebut galak dan menyerang anjing yang satunya. Sikap merupakan karakter yang harus dipilih seperti yang kita lakukan dengan kepintaran dan penyesuaian. Siapapun yang pernah membantu anak kecil untuk mengalahkan rasa takutnya terhadap hewan setelah pernah digigit atau pernah terlibat dalam kasus hukum, pasti akan menyadari hal ini.

Banyak pembiak yang hidup dengan kepercayaan keamanan yang salah, bahwa penyakit tidak dapat ditularkan diantara anjing yang dibiakkan, jika inseminasi buatan digunakan. Sejujurnya, pejantan tidak akan tertular apapun dari betina, karena pejantan tidak pernah bersentuhan dengan betina. Namun, dapat menyebabkan beberapa kondisi tertentu terhadap betina melalui sperma.

Sebagai tambahan, harus diingat bahwa inseminasi buatan pada anjing, tidak memiliki tingkat kesuksesan seperti yang dilihat pada hubungan alami. Tergantung pada tekni dan kemampuan orang yang melakukannya. Pembiak hanya berharap 65% hingga 85% kesuksesan dan pada umumnya terdapat anakkan yang berukuran lebih kecil. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh pejantan maupun indukkannya, namun masih bisa dikembangkan.

Kesimpulan
Jika digunakan dengan benar, inseminasi buatan merupakan teknologi yang sangat berguna untuk meningkatkan kualitas anjing pada seluruh trah, dan memberikan anda teman pembiak yang berpontesial. Jika digunakan secara genetik seperti untuk membuang karakter yang tidak diinginkan (dibandingkan diteruskan kepada turunan mereka), atau untuk meningkatkan karakter yang memiliki potensi yang baik dan diinginkan, akan membawa efek positif jika digunakan.

Disadur dari http://www.peteducation.com/article.cfm?c=2+2109&aid=890

Bookmark Kirim ke teman Versi cetak Komentar
Penilaian Saya:  
Komentar Saya:

 Suara Kita Terkini

Open Adopsi Anjing Alaskan Malamute DewasaOpen Adopsi Anjing Alaskan Malamute Dewasa
Kevin Jory Cuaca - 09 Pebruari 2026 - 12:26

Hibah Anak AnjingHibah Anak Anjing
Vania - 21 Januari 2026 - 17:18

Pure Breed Chihuahua Betina RescuePure Breed Chihuahua Betina Rescue
Marcel - 16 Januari 2026 - 00:43

Dibutuhkan Pengurus Anjing Di Rumah
Dina - 15 Januari 2026 - 06:33

Jasa Kennel Boy Dan Dog WlkerJasa Kennel Boy Dan Dog Wlker
Ruddy Kennel Boy - 12 Januari 2026 - 16:53

Open Adopt HuskyOpen Adopt Husky
Patricia - 12 Januari 2026 - 10:09

Dicari Kennel Girl
Deche - 08 Januari 2026 - 19:14

Open Adopsi Alaskan MalamuteOpen Adopsi Alaskan Malamute
Bernice - 07 Januari 2026 - 20:54

Free Adopt Alaskan Malamute BetinaFree Adopt Alaskan Malamute Betina
Ana - 07 Januari 2026 - 17:18

FREE ADOPT ALASKAN MALAMUTEFREE ADOPT ALASKAN MALAMUTE
Catherine - 07 Januari 2026 - 17:09

Dicari Kennel GirlDicari Kennel Girl
George - 07 Januari 2026 - 08:14

Dibutuhkan Kennel Boy Rumah PribadiDibutuhkan Kennel Boy Rumah Pribadi
Tasya - 04 Januari 2026 - 22:27