-
KRI (V) - Leowardi - 25 Juni 2008 - 14:18
Deddy Tjahyono (Juri KDI)
Saya menuduh yang membuat peraturan ini adalah oknum yang mempunyai kepentingan pribadi, atau sentimentil. Dan aturan ini sudah mengarah ke diskriminasi. Ini sangat berbahaya, karena sudah menyentuh ke level internasional, sedangkan di negara lain, yang saya tahu, jika akan menyelengarakan pameran, selalu mengundang peserta dari luar. Dan mendapatkan bantuan dari organisasi anjing internasional.
Jika FCI mengetahui kasus ini, yang pertama kena dampaknya adalah PERKIN karena KRI dibawah naungan PERKIN, sedangkan PERKIN dibawah FCI.
PERKIN saja jika menyelengarakan pameran membolehkan handler asing turut berperan, kenapa KRI melarang?
Balas Komentar
-
KRI (VI) - Leowardi - 25 Juni 2008 - 14:19
Suheri Hiustra (Biro Pameran KRI Jaya)
Sebenarnya ketika rapat memutuskan aturan ini saya tidak mengetahui, karena saya baru masuk menjadi pengurus KRI mulai bulan Agustus, sedangkan keputusan tersebut dibuat pada bulan Mai. Saya setuju handler asing tidak d i p e r b o l e h k a n menghandel disini.
Karena handler ini sering kali datang kesini dan setiap pameran selalu tampil. Jika demikian sebaiknya handler tersebut harus mempunyai ijin tinggal KIMS atau visa kerja.
Balas Komentar
-
KRI (VII) - Leowardi - 25 Juni 2008 - 14:21
Dr. Agustinus L. Kesuma (Ketua KRI Jaya saat itu)
Ada pelarangan handler asing yang tidak mempunyai KIMS ini, sebenarnya untuk meningkatkan mutu atau kwalitas handler kita. Karena kemungkinannya jika dalam pameran rottweiler yang menghandle dari luar pasti menang. Jika demikian handler kita akan terpuruk. Dan peraturan ini tidak bertentangan dengan aturan yang ada pada FCI tidak disebutkan tentang handler asing, yang saya tahu peraturan FCI yang berkenaan dengan pameran adalah hanya peserta atau handler harus berpakaian rapi dan pake sepatu.
Balas Komentar
-
KRI (VIII) - Leowardi - 25 Juni 2008 - 14:22
Mayjen (Pur) I GK Manila (Ketua KRI Pusat Periode 1999-2003)
Sebenarnya dengan adanya handler orang asing disini, sepertinya sangat tidak mendidik, jika handler luar saja yang menang, kapan handler kita bisa menang? Apalagi handler asing yang ada disini tidak menghandel sekali dua kali. Mereka sudah lama dan sering tampil di setiap pameran.
Seharusnya mereka mempunyai visa kerja atau KIMS. Kalau disini kerja (menghandle, red) harus ada ijin kerja. Jangan seenaknya, kita mempunyai aturan masing-masing, orang kita di negara lain kedapatan tidak mempunyai visa kerja ditangkap. Dan apabila handler asing tersebut mempunyai visa kerja, kita bisa memakai tenaganya untuk mentraining handler kita.
Balas Komentar
-
KRI (IX) - Leowardi - 25 Juni 2008 - 14:26
Rottweler adalah salah satu trah yang paling populer dan digandrungi di Indonesia untuk saat ini. Terbukti dari setiap pameran yang ada, jumlah peserta untuk anjing yang satu ini selalu paling banyak diantara trah yang lain dan kontestannya selalu diatas rata-rata atau melebihi jumlah yang ditargetkan oleh panitia pameran.
Bahkan belakangan kerap kita jumpai penuntun atau handler rottweiler adalah orang asing, dan hampir bisa dipastikan dalam beberapa pameran yang digelar anjing yang menang kebetulan yang menghandel adalah orang asing.
Namun mulai PAMNAS Rottweler 2000 lalu, handler asing tidak diperkenankan masuk ring untuk menuntun anjingnya.
Peraturan yang dikeluarkan oleh Klub Rottweiler Indonesia yang bunyinya “sesuai hasil keputusan rapat pleno KRI tanggal 19 Maret 2000 dan dikukuhkannya SK KRI No. 018/KRI-P/K/V/2000 tanggal 2 Mai 2000, ditetapkan handler Rottweiler dalam pameran KRI adalah WNI (Warga Negara Indonesia) Menurut beberapa pemerhati anjing khususnya trah rott.
Balas Komentar
-
KRI (X) - Leowardi - 25 Juni 2008 - 14:28
Menurut beberapa pemerhati anjing khususnya trah rottweiler ini adalah suatu keputusan sepihak, tak pelak lagi aturan ini mengundang suatu kontroversial antara yang pro dan kontra. Seorang pemain rottweiler kawakan asal Jakarta yang enggan disebut namanya menilai bahwa peraturan ini adalah suatu kemunduran breed club dan terbalik dengan negara lain yang sangat mengharapkan pesertanya dari luar negara penyelenggara pameran.
Dan aturan ini menurutnya sangat beseberangan dengan AD ART KRI sendiri
Untuk itu DF. Yoyok dan Dog Fans melakukan investigasi tentang kontroversi ini dengan mewawancarai beberapa nara sumber yang sangat berkompeten. Tentunya untuk mencari jalan tengah bagaimana sebaiknya pelarangan handler asing ini? Berikut petikan wawancaranya.
Balas Komentar
-
help, anjing g sk gigit org... - fanny - 05 Juli 2008 - 08:37
g pny anjing namanya brownie,kyna campuran kampung d, sebelom ini brown,ga pnah diiket,wkt kecil g pngut dia d sbrang rumah,critanya wkt banjir 2007 induknya yg br beranak ditinggal sm yg punya,trus g pas dgr induknya nangis2,secr di dpn rm aer ud naek ampir sdengkul.y ud pas g liat anakny yg kuar pager cm 1,yg laen ga bs dislametin, yg 1 ini palanya ud di bwh aer..ya si brownie ini,untngnya msh napas..kasiann bgt..g piara dia slalu g taro d dlm rm, d dlm 1 kamar.ga pnah di kuarin,paling pas di jemur ajah,,nahh waktu kecil emang ud keliatan seh, dia itu hyper bgt ky anjing autis..d kmr selalu berisik,dia banting2 brg..dia gigit sini gigit sana..ampe ancur kamarnya.
pusing jg seh,gdean dikit,akhirny g taro lah d luar,d dlm pager mksdna.msh ga knp2 d,cm dia mang agak curigaan gt sm org luar,gong2 trus, walopun anjg g yg atu lg diem ajah,
tmn g pnah digigit sm dia, cm maen k rm, nah puncaknya browni kuar pger,org lwat digigit smp sobek betisny,7 jahitan..
gmn y crnya spy dia ga galak?
Balas Komentar
-
bagaimana cara basmi kutu - edgar - 11 Oktober 2008 - 00:48
tolong informasi nya bos admin mengenai cara membasmi kutu yg efektif dan aman bagi doggie, saya dirumah ada 6 doggie
dan kutunya itu bergantian menetap di setiap doggie
1. golden (2,5 thn)
2. Maltese (4 thn)
3. 3puppy golden (2 bln)
thanks FYI
Balas Komentar
..
-
tanya pada dokter Cucu - darryl - 24 November 2008 - 14:08
To dokter Cucu : dalam artikel penyakit DEMODEX disini tertera nama anda sebagai dokter, sy mempertanyakan kepada anda sebagai dokter hewan yg setiap hari menangani masalah penyakit. tapi dalam hal ini saya merasa heran apa yg anda trapkan masalah obat antibiotik untuk kulit yg anda sebutkan yaitu TRIMETOPRIM sebenarnya anda sebagai dokter kan tahu obat ini bukan berkonsentrasi pd penyakit kulit . dan ini banyak digunakan pd penyakit infeksi saluran kemi , infeksi saluran cerna dan tht. dan juga mengenai keracunan IVERMECTIN anda mengatakan belum ada penangkalnya ? setahu saya ada krn sy sudah 2 x mengatasi masalah ini. dan kenapa anda mengatakan IVERMECTIN disuntikan setiap hari selama 14 hari kan anda tahu efek samping dari ivermectin . merk apa yg anda pakai ? apakah anda telah menyaksikan sendiri dng mata kepala anda bahwa KUTU DEMODEX tdk menular pd anjing lain ? tolong Dokter CUCU dpt memberikan penjelasan pd kami sebagai orang awam krn anda adalah dokter yg sangat terkenal TQ
Balas Komentar
..
-
imigrasi anjing - Chandra F Tan - 10 Desember 2008 - 10:27
apakah anjing dari batam dapat imigrasi ke singapore dengan alat trnsportasi kapal ??? kedengaran dari pihak pelabuhan kataNy nga boleh jd gmn ???
soalNy anjing yg aq miliki sekarang hny aq sndiri yg jaga bila saya ke singpore untuk kuliah bagaimana dgn anjing kesayangan aq ?????
Balas Komentar
-
tanya tentang Amitraz - RoRo - 20 Januari 2009 - 11:19
Doggy saya kena masalah kulit.. pertama tama berkerak, sering ketombe gitu, tiba tiba di sekujur bagian tubuhnya [leher sampe perut, sampe paha dalam] muncul bentol kayak digigit nyamuk gitu..tapi buanyak dan lebat banget..
trus saya bawa ke petshop, setelah dibotakin.. ga sembuh sembuh.. malah jadi tambah merah merah gitu..
trus dipakai amitraz ama mereka..
jadinya meradang gitu kulitnya..
itu memang wajar yah.. ?lukanya jadi makin meradang dan basah.. trus hampir kayak bernanah gitu?
Balas Komentar
..
-
help... penyembuhan sakit kulit - tommy - 11 April 2009 - 02:26
dear all
mohon bantuan dan infonya dunk, anjing saya kena sakit kulit (saya belum pasti demodek or scabies) belum pernah di cek ke dokter. pertma kali kena hanya seperti kulit pitak namun lama2 menjadi ber air dan luka serta diiringi dengan bulu yg makin rontok. kondisi terakhir anjing saya setelah saya tinggal 2 bulan keluar kota sudah memprihatinkan (bulu sudah hampir habis dan kulit seperti sakit kusta) saya belum ke dokter dikarenakan saya tidak ada waktu, namun minggu depan saya sudah memiliki waktu dan akan membawa anjing saya ke dokter namun saya tidak tau dokter hewan yg recomend di daerah bekasi.
help yah..
Balas Komentar